Saturday , September 21 2019
Home / Ragam Beritaku / Ada Apa Dengan Novel “Terbakar Delusi”…….?

Ada Apa Dengan Novel “Terbakar Delusi”…….?

Bandung, AKUIAKU.Com — DALAM hidup ini, setiap manusia memiliki sejarah dan cerita dalam perjalanannya menggumuli hidupnya.

Kadang-kadang kisahnya tentang kebahagiaan, namun tidak jarang ada pula sisi kegalauan, kegelisahan bahkan penderitaan.

Berangkat dari pengalaman pribadi, Tiwi Kasavela berusaha menerjemahkan salasatu fragmen hidupnya. Yang dituangkan dalam sebuah karya tulis berbentuk Novel dengan berjudul “Terbakar Delusi”.

“Novel ini adalah hasil refleksi dari pencarian “jati diri” dan terinspirasi dari seorang Biksu Berjubah Merah Tua yang pernah saya kenal,” terang Tiwi Kasavela, gadis kelahiran, Bandung 5 Oktober 1994.

Tiwi melanjutkan bahwa Novel yang dibuatnya pada tahun 2017 ini. Sangat kental akan narasi emosi yang dalam, bertalian dengan cinta, hasrat dan gairah yang membara untuk memiliki seseorang.

“Setiap manusia pasti pernah jatuh cinta. Dan mereka pasti juga ingin bisa mendapatkan seseorang yang dicintainya. Karena cinta merupakan salasatu penggerak terbesar dalam hidup ini. Seseorang bisa melakukan atau bahkan menjadi apapun karena cintanya,” tegas Tiwi.

Novel dengan judul “Terbakar Delusi” sendiri, berkisah tentang kemelekatan akan cinta, dimana Phia, seorang gadis cantik, yang berprofesi sebagai Artis dan Supermodel. Tiba-tiba jatuh cinta kepada Vann, seorang pria dewasa yang telah memutuskan jalan hidupnya sebagai Biksu.

“Semua dimulai ketika Phia yang sedang mengalami Depresi menunggui ibunya yang terkena sakit kanker di rumah sakit. Kala itu, tatapannya bertemu dengan mata seorang pria yang menyiratkan rasa hangat dan keteduhan. Entah bagaimana, tatapan itu menjadi kisah panjang yang mengikat hidupnya. Karena tatapan itu melahirkan perasaan cinta,” terang Tiwi.

Meski seorang Biksu harus “Selibat” atau tidak boleh menikah. Juga keadaan yang membuat mereka terpisah oleh jarak, ruang dan waktu. Tetapi Phia tidak bisa menghentikan cintanya yang kian meraksuk sukmanya.

Di momen yang lain, Phia pun sempat bertemu dengan seorang Desainer kelas dunia, bernama Kim yang terkenal, baik hati, berprestasi dan mapan. Namun hal itu pun tak dapat menggoyahkan perasaanya kepada Vann.

“Pada faktanya, cinta tidak pernah mengenal aturan, batasan dan tatakrama. Mungkin, seseorang bisa memutuskan dengan siapa mereka akan menikah. Tapi, tidak dengan jatuh cinta,” tambah Tiwi.

Bukan hanya tentang cinta, Novel ini juga mengulas tentang beberapa hal seputar Buddhisme, aturan biksu, pandangan Buddha tentang hidup, penderitaan, kemelekatan, meditasi, hukum karma, tumibal lahir yang diambil dari perspektif pribadi dari pengalaman pribadi Penulis.

Secara tidak langsung, Novel ini juga membahas tentang mengapa cinta tak selalu berselaras dengan kebahagiaan…..? Mengapa penderitaan ini perlu tercipta…..? Bagaimana cara yang elegan dalam menyikapi hidup…….? Dan apa yang terjadi jika hasrat terlalu membabi buta hingga mengalahkan logika…..?

“Saya berharap bahwa Novel ini selain bisa menghibur, juga dapat memberikan inspirasi kepada pembacanya. Tentang sisi lain dalam menyikapi hidup dan segala penderitaan yang ada di dalamnya,” tutupnya siang itu. (SIP).

About Aku

Check Also

Kiprah Lengger” dan “Jaran Bodhag” Diakui Sebagai Kesenian Asli Kota Probolinggo……!

Jakarta, AKUIAKU.Com — PEMERINTAH Kota Probolinggo mengisbatkan kesenian “Jaran Bodhag” dan Tarian “Kiprah Lengger”. Sebagai …

Leave a Reply