Thursday , June 20 2019
Home / Ragam Beritaku / Sher Ciptakan Komik “Maliha dan Malika” Sebagai Wahana “Hiburan Anak Yang Mengedukasi…..! 

Sher Ciptakan Komik “Maliha dan Malika” Sebagai Wahana “Hiburan Anak Yang Mengedukasi…..! 

Bandung, AKUIAKU.Com — PENANAMAN budi pekerti yang baik adalah hal terpenting dalam perkembangan seorang anak. Tentunya untuk menunjang hal tersebut diperlukan kreatifitas, agar pesan-pesan yang dimaksudkan dapat dipelajari oleh anak dengan mudah dan tetap menyenangkan.

Adalah Sherika atau yang akrab disapa “Sher” bersama Muski membuat terobosan lewat serial komik anak bertajuk “Catatan Maliha dan Malika” yang berhasil meraih “Award” kategori “Komik Anak Terbaik” atau “Komik Budak Panghadena” pada bulan Mei 2018 lalu dalam event “Pasar Komik Bandung ke 7”.

Sher sendiri merupakan lulusan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia di Bandung, program studi Desain Produk, yang sebelumnya bekerja di Suhuf Kriya Seni Nusantara dan Kriyakertas tahun 2002-2008. Lalu bekerja sebagai Desainer dan Illustrator Freelance. Kini selain  fokus membuat Lomik, ia juga membuka kelas cat air di rumah sekaligus studionya yang diberi nama “Sher’s Palette” yang berlokasi di Cigadung Bandung.

“Komik ini bermula saat kakak saya, Muskatiani, yang akrab dipanggil Muski. Mengungkapkan idenya untuk membuat buku Komik Edukasi untuk anak bertema moral dan budi pekerti. Dengan tokoh utama dua saudari kembar yaitu Maliha dan Malika. Lalu saya coba membuatkan Ilustrasinya. Sehingga kami mengerjakan proyeknya bersama,” terang perempuan kelahiran Jakarta, 20 Oktober 1975 ini.

Dalam proses pengerjaannya, selain membuat gambar, Sher juga akhirnya ikut berpartisipasi membuat cerita dan konsep serial komik ini. Sher antusias mengerjakannya karena memang sudah sejak lama bercita-cita membuat Cerita Anak yang Edukatif. Entah dalam bentuk Novel, Cergam ataupun Komik.

“Penggarapannya dilakukan sejak tahun 2009 dan karena belum ada pengalaman sebelumnya. Saya mulai dengan berkonsultasi dengan teman-teman Ilustrator dan Komikus di Komunitas Komik yang disambut dengan dukungan positif. Namun karena merasa masih harus belajar banyak dan tidak pernah menargetkan kapan harus selesai. Maka proses pengerjaannya kurang konsisten selama bertahun-tahun. Hingga ada salasatu Senior di Komunitas Komik yang menyemangati untuk melanjutkan Komik “Maliha dan Malika”. Sehingga pada akhirnya bisa rilis secara independen dan diproduksi meski dalam jumlah terbatas,” jelasnya yang juga hobi melukis, bermain piano, serta tertarik bidang sejarah, budaya dan spiritual ini.

Sher juga menambahkan bahwa salasatu latar belakang dari dibuatnya Komik ini. Adalah ingin menanamkan nilai-nilai positif pada anak-anak, selain memberi bacaan hiburan yang bermanfaat.

“Dulu masa kecil saya banyak terisi dengan membaca Komik dan saya juga ingin menularkan kebahagiaan yang sama dengan membuat Komik untuk anak-anak,” lanjut bungsu dari  empat bersaudara ini.

Harapan utama dengan lahirnya Komik ini adalah dapat memberikan manfaat untuk anak-anak. Selain menghibur juga bisa mendidik dengan tema-tema seperti Bersyukur, Berempati  terhadap

sesama dan Berbagi. Kedepannya juga akan mengangkat tema tentang Lingkungan, Sejarah, Budaya Nusantara, dan lain-lain.

“Semoga Lomiknya dapat dibaca oleh sebanyak mungkin anak-anak terutama di Indonesia. Dan memberi manfaat sebanyak mungkin,” ungkapnya.

Di samping itu, ke depannya Sher juga ingin komiknya lebih mudah dijangkau dan masuk budget uang saku anak-anak sekolah dasar. Tujuannya agar anak-anak sekolah ada pilihan bacaan yang lebih berkualitas untuk mengimbangi Komik-Komik Horor Bajakan, yang isinya penuh adegan kekerasan. Dan sudah cukup lama marak dijual di kios mainan di sekolah-sekolah.

“Saya ingin memberikan tandingan yang lebih bermutu dari Komik Horor yang beredar yaitu Komik-Komik Edukasi. Harapan lebih jauhnya, ada banyak Komik atau Cergam Edukasi lainnya mengisi kios-kios mainan di sekolah-sekolah,” tandasnya.

Kedepan juga ingin membuat wira usaha cenderamata bertema Nusantara untuk mengenalkan ragam motif dan kearifan budaya lokal.

Saat ini Komik “Catatan Maliha dan Malika, Tahi Lalat dan Rambut Keriting” tengah dalam proses produksi massal dan akan segera dipasarkan dalam jangkauan lebih luas.

“Terakhir, saya berharap semoga bisa terus berkarya sebanyak-banyaknya dan bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya siang itu. (Tiwi Kasavela).

About Aku

Check Also

Makan Bakso Pake Sambal Buto Ijo….?

Bandung, AKUIAKU.Com — BAKSO, menjadi makanan yang digemari oleh semua kalangan. Sajiannya yang terdiri dari mie …

Leave a Reply