Saturday , September 21 2019
Home / Figuraku / Syifa Tidak Bisa Lepas dari Tari dan Pramuka…!

Syifa Tidak Bisa Lepas dari Tari dan Pramuka…!

Bandung, AKUIAKU.Com — INILAH Syifa Nurussofah Mutiara atau Syifa. Nampak selalu ceria dan antusias, berbagai aktivitas dan hobi juga impiannya untuk kedepan. Sudah mulai dijalaninya dengan semangat.

Gadis kelahiran Bandung, 26 Februari 2001 ini, bercerita selain sekolah dan les pelajaran, juga berlatih menari.

Syifa juga gemar berkegiatan di Pramuka, baik di Ambalan, Ranting atau di Kwarcab Kota Bandung.

Maka tidak salah siswi kelas XI SMA PASUNDAN 1 Bandung ini. Selalu menjadi bintang kelas dengan menjadi peringkat 2 dari awal masuk sekolah SMA hingga saat ini.

Syifa juga pernah mendapatkan Piagam Penghargaan, ketika meraih Juara ke 3 Tari Sunda Klasik tingkat Jawa Barat. Dan di Pramuka juga sudah dilantik menjadi Penegak Bantara. Pernah mengikuti Perkemahan Rekor MURI Pramuka terbanyak di GBLA.

Bahkan tercatat menjadi Pasukan Pengibar dan Penurun Bendera Peserta Konferensi Asia Afrika di Gedung Merdeka Jl. Asia-Afrika Bandung. Dimana tercatat  sebanyak 110 Bendera dari berbagai negaran pada tahun 2017. Dan menjadi PJ Peleton penurunan Bendera Konferensi Asia-Afrika sebanyak 110 bendera tgl 30 April 2018 yang baru lalu.

“Dan yang paling berharga bagi saya adalah menjadi Ketua Sangga peserta Raimuna Daerah Jawa Barat 2017 di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Jatinangor-Sumedang. Saat itu saya camping selama 10 hari bersama teman-teman yang berasal dari tiap-tiap Kota. Bahkan saya menjadi peserta PENSI di sana menari di hadapan belasan ribu orang. Satu lagi selain itu menjadi Dewan Ambalan, juga menjadi Dewan Kerja Ranting Kwartir Ranting Regol,” jelas Syifa penuh antusias.

Lantas apa lagi hobi dan kegemaran dari Syifa….?

“Saya suka memotret, karena kamera sudah seperti sahabat. Dan di Pramuka juga, masuk Komunitas Indonesian Scout Journalist. Disitu adalah wadah dimana anak-anak Pramuka, bisa berkarya dan mengembangkan dirinya dibidang Jurnalistik dan Memotret untuk mengeksplorasi. Hobi tari klasik Sunda, karena sejak kelas 4 SD. Saya sudah masuk sanggar, hingga sekarang menjadi penari. Dan dari kedua hobinya itu saya tetap membawanya di dalam pramuka.” jawab Syifa.

Kedepannya Syifa juga bercita-cita menjadi Dokter. di dalam “KOWAD”  (Komando Wanita Angkatan Darat). Karena selain ingin mengabdi untuk negara. Juga membantu mereka yang sakit dan membutuhkan pertolongan.

“Saya berharap impian ini dapat terwujud. Membanggakan orang tua, bekerja sebagai aparatur pemerintahan dan tetap bersama Pramuka,” jelasnya yakin.

Syifa mengaku sangat terinspirasi oleh sosok ayahnya yang biasa ia panggil dengan sebutan “Papa”.

Karena bagi Syifa “Papa” nya itu  adalah sosok yang hebat. Karena meskipun sejak kecil sudah ditinggal oleh kedua orangtuanya. Namun sang “Papah” nya ini, masih bisa menyekolahkan ke 6 adiknya. Dengan usaha sendiri yaitu bekerja di apotik. Bahkan berhasil juga mendapatkan beasiswa sekolah, hingga akhirnya bekerja di Kesatuan SESKOAD (Sekolah Staff dan Komando Angkatan Darat) sebagai PNS.

“Saya bangga dengan orang tua saya sendiri. Dan itulah yang selalu menjadi penyemangat saya,” ucapnya.

Pemilik dari motto hidup “Ikuti Kata Hatimu, Jika Itu Yang Terbaik Bagimu Maka Jalanilah Dengan Hatimu”.

Syifa juga mengidolakan sosok Hanan Attaqi, karena menjadi orang muda yang di kenal dan diidolakan banyak orang. Bagi diri Syifa, Hanan Attaqi ini, adalah tokoh inspirasi untuknya. Karena dalam setiap kajiannya, banyak pertanyaan-pertanyaan di dalam hatinya yang terjawab. Disamping itu hal tersebut, memotivasinya untuk menjadi lebih baik lagi dan pandai bersyukur.

“Prinsip saya dalam hidup adalah melakukan apa yang harus saya lakukan untuk bisa bertahan hidup. Dan jalanilah sesuai dengan kehendak Tuhan, karena hidup ini sementara,” ucapnya.

Adapun hal yang membuatnya selalu bersemangat adalah orangtua yang selalu mendukung dan mengatakan, “kamu boleh aktif Tari dan Pramuka sampai kamu pergi kemanapun. Bahkan keluar negeri, tetapi Prestasi belajar dan agama itu no.1,”.

Syifa juga berterimakasih kepada sahabat-sahabatnya di Pramuka yang sudah seperti keluarga sendiri. Dan mereka ada di saat suka maupun duka, juga teman-teman kelas yang setia dan membuatnya bangga. (Tiwi Kasavela)

About Aku

Check Also

Zaky Tidak Bisa Lepas Dari Mendaki, Membaca Novel Dan Menulis Puisi…….!

Bandung, AKUIAKU.Com — PEMUDA kelahiran Bandung, 21 April 2001 ini, berharap bisa menjadi seseorang yang …

Leave a Reply