BANDUNG, AKUIAKU.COM — KODAM III/Siliwangi kembali mengajak masyarakat yang ingin menjadi Bintara dan Tamtama PK TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2027.
Pendaftaran dan seleksi berlangsung mulai tanggal 1 Oktober 2026– Februari 2027.
Asisten Personalia (Aspers) Kasdam III/Siliwangi Kolonel Inf Noppy Laksana Armyanto mengatakan, penerimaan dilakukan secara transparan, objektif dan akuntabel.
“Kami berharap para Calon Bintara dan Tamtama PK TNI AD ini dari sekarang, sudah mempersiapkan diri. Bahkan lebih tegas lagi, jangan mempercayai Calo atau pihak yang menjanjikan Kelulusan dengan meminta uang,” tandas Noppy Laksana Armyanto, kepada awak media di Makodam III/ Siliwangi, Senin (28/9/2026).
“Hanya Calon Bintara dan Tamtama PK TNI AD itu sendiri yang bisa meloloskan diri. Bukannya lewat Calo, bukan juga melalui Panitia Seleksi,” imbuhnya lagi.
Segera siapkan diri bagi para Calon Bintara dan Tamtama PK TNI AD

Pendaftaran Bintara dibuka mulai 1 Oktober 2026 hingga 13 Januari 2027, dengan proses seleksi berlangsung 15 Oktober 2026 hingga 22 Januari 2027. Sementara pendaftaran Tamtama berlangsung 1 Oktober 2026 hingga 10 Februari 2027 dan seleksi dijadwalkan hingga 20 Februari 2027.
“Bagi para Calon Bintara dan Tamtama PK TNI AD ini, dapat mendaftar secara Online melalui ad.rekrutmen-tni.mil.id. Pendaftaran juga dapat dibantu melalui Babinsa atau Satuan Kewilayahan terdekat. Sebelum para calon menjalani validasi dan tahapan berikutnya,” jelas Noppy Laksana Armyanto.
Tahapan seleksi meliputi Pemeriksaan Administrasi, Kesehatan, Kesegaran Jasmani, Psikologi serta Mental Ideologi atau Litpers.
Untuk Bintara, usia calon minimal 17 tahun 10 bulan dan maksimal 26 tahun saat pembukaan pendidikan pertama pada 4 Februari 2027. Tinggi badan minimal 163 sentimeter. Pendidikan terbuka bagi lulusan SMA/MA/SMK sederajat hingga D1, D3, D4 dan S1 sesuai ketentuan.
Sementara calon Tamtama berusia minimal 17 tahun 10 bulan dan maksimal 26 tahun, saat pembukaan pendidikan pada 5 Maret 2027. Pendidikan minimal SMA/SMK/MA sederajat, termasuk Paket C dengan tinggi badan minimal 158 sentimeter.

Tidak terbatas domisili
Noppy menjelaskan, penerimaan tersebut tidak terbatas bagi calon asal Jawa Barat. Calon dari luar daerah juga dapat mendaftar selama memenuhi persyaratan. Kesempatan yang sama terbuka bagi Santri, meski tidak tersedia jalur penerimaan khusus Pesantren.
“Penerimaan Bintara dan Tamtama Gelombang I kali ini diperuntukkan bagi Calon Pria. Penerimaan Kowad sebelumnya telah dilaksanakan secara terpisah, sesuai kebutuhan,” kata Noppy.
“Kebutuhan personel kali ini antara lain berkaitan dengan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP). Meski demikian, personel yang nantinya ditempatkan di Yon TP, dapat menjalani pola asimilasi atau pertukaran dengan satuan lain. Sebagai bagian dari Pembinaan Karier dan Penugasan,” ulasnya lagi.
Untuk Jawa Barat, animo pendaftar diperkirakan sekitar 9.000 orang untuk Bintara dan 18.000 orang untuk Tamtama. Angka tersebut merupakan perkiraan animo pendaftar, bukan jumlah calon yang dipastikan diterima.
Noppy kembali mengingatkan masyarakat bahwa proses penerimaan Prajurit TNI AD GRATIS dan tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan.
“Jika menemukan pihak yang meminta uang dengan menjanjikan kelulusan, masyarakat dapat melapor melalui Call Center Pengaduan WhatsApp Rekrutmen TNI AD di nomor 0813-1050-0074,” tegasnya. (***).
AkuiAku Medianya Insan Berjiwa Seni