BANDUNG, AKUIAKU.COM – KEPALA Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, Kamis (25/06/2026) malam menjenguk Yuvita Tri Rezeki. Perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung yang menjadi korban dugaan penyekapan dan penganiayaan berat oleh kekasihnya sendiri. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian Pemerintah, terhadap kondisi korban yang tengah menjalani masa pemulihan. akibat luka fisik dan trauma yang dialaminya. Selain melihat secara langsung kondisi Yuvita yang dirawat di ruang isolasi, Dudung juga menemui kedua orang tua korban untuk memberikan dukungan moril. Serta bantuan atas musibah yang menimpa anak mereka.
Kasus yang menimpa Yuvita sebelumnya menyita perhatian publik, setelah terungkap dugaan penyekapan dan penyiksaan yang dilakukan oleh kekasihnya, Taufik Hidayat. Terduga pelaku kini telah diamankan oleh jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) setelah ditangkap di kawasan Griya Pesona Majalaya, Kabupaten Bandung, pada Selasa, (23/06/2026) sore.
Usai menjenguk korban, Dudung menyampaikan bahwa kondisi kesehatan Yuvita menunjukkan perkembangan positif dan berangsur membaik. Saat kunjungan berlangsung, korban dikabarkan sedang beristirahat, sehingga tidak sempat bertemu langsung dengan rombongan.
Terkait biaya pengobatan, Dudung mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pimpinan BPJS Kesehatan. Agar seluruh kebutuhan perawatan Yuvita dapat memperoleh dukungan pembiayaan, sehingga keluarga korban tidak terbebani.
Ia juga menyampaikan pesan Presiden yang menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Presiden meminta, agar proses penegakan hukum dilakukan secara adil. Serta memberikan perlindungan maksimal kepada korban dan keluarganya.
Menurut Dudung, Presiden menegaskan bahwa pelaku harus mendapatkan hukuman seberat-beratnya. Karena tindakan yang dilakukan dinilai telah melampaui batas kemanusiaan dan menimbulkan penderitaan yang sangat besar bagi korban.
Dudung berharap kasus serupa tidak kembali terjadi di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu melaporkan kepada aparat berwenang. Apabila menemukan indikasi kekerasan, penyekapan, maupun tindakan yang mengancam keselamatan seseorang.
“Jangan sampai ada lagi korban-korban seperti ini. Kepedulian masyarakat sangat penting untuk mencegah tindak kekerasan terjadi lebih lama dan meminimalkan dampak yang dialami korban,” ujarnya. (***).
AkuiAku Medianya Insan Berjiwa Seni