Senin , Juli 15 2024
Home / Figuraku / Inilah Cara Menyelamatkan Diri, Jika Terseret Arus Deras Sungai

Inilah Cara Menyelamatkan Diri, Jika Terseret Arus Deras Sungai

MALANG, AKUIAKU.COM — INDONESIA dikenal sebagai negara kepulauan. Memiliki keragaman bentang bahari yang lengkap. Lautan luas, danau, hingga sungai-sungai panjang tersebar di beberapa wilayah.

Sungai-sungai mengalir dengan panjang ratusan kilometer dan memiliki Sejarah dan keunikan tersendiri. Tidak kurang dari 10 Sungai terpanjang di Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Selain menjadi sarana Transportasi di beberapa wilayah, sungai juga memiliki potensi sebagai Wahana Wisata Olahraga Air dan Destinasi Wisata Alam lainnya.

Berenang di Sungai merupakan salasatu cara untuk menikmati langsung keindahan alam.

Namun Berenang di Sungai bisa berbahaya apabila kita tidak mengerti cara Membaca Arus, Gelombang dan Karakter Sungai tertentu.

Salasatu kasus kecelakaan sungai yang belum lama ini terjadi menimpa Emmeril Khan Mumtadz. Anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang secara resmi dinyatakan telah meninggal dunia karena tenggelam di Sungai Aare, Swiss.

Karena itu sebelum berenang di sungai, pastikan bahwa kita sudah memberitahu orang lain dan tidak berenang sendirian. Ada baiknya berenang didampingi Ahli untuk mengawasi dan menyelamatkan apabila ada bahaya.

Selain itu, kita juga harus selalu waspada dan mengetahui cara menyelamatkan diri jika terseret arus deras di Sungai.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan :

‘Jangan Panik’

Hal Pertama yang harus dilakukan Jangan Panik. Jika panik dan banyak bergerak dapat membuat badan semakin tenggelam ke dalam air. Selain itu, energi terkuras habis dan membuat tubuh lelah. Tariklah napas panjang dan berusaha tenang.

‘Mengapung’

Posisikan badan dalam keadaan terlentang atau mengapung dengan kaki mengarah di bagian bawah. Hal ini dilakukan agar kepala kita tidak terbentur bebatuan saat terseret arus. Pertahankan napas stabil sambil melihat sekitar, apakah ada ranting atau bebatuan yang dapat dijadikan pegangan. Dalam posisi ini, teriaklah meminta tolong agar dapat didengar oleh orang sekitar.

‘Berenang 45 Derajat’

Saat arus sungai mulai tenang, berenanglah ke tepian sungai. Berenang secara diagonal dengan sudut 45 derajat ke tepian. Jangan mencoba berenang lurus ke tepian, karena badan justru akan terdorong oleh arus sungai dan membuat badan kehilangan energi karena melawan arus. Jangan pula mencoba berenang melawan arus. Jika tubuh terseret itu merupakan bukti bahwa kita tidak kuat melawan arus.

‘Bantuan Medis’

Setelah berhasil berenang ke tepian jangan segera mencari bantuan medis untuk diperiksa. Jika telah terseret arus sungai dalam jangka yang lama, badan dapat menghadapi berbagai resiko. Salasatunya adalah resiko Hiportemia akibat berenang di air dingin atau keadaan dingin dalam waktu lama.

Atau kemungkinan tubuh telah menelan banyak air, terutama jika kita panik. Termasuk resiko gegar otak atau cidera kepala lainnya apabila kepala membentur bebatuan terseret arus.

Inilah beberapa langkah menyelamatkan diri jika terseret arus sungai. Jangan lupa untuk tetap waspada jika berenang di tempat yang baru dan di alam terbuka. (***).

Laporan: Medina Alya Zafira. Mahasiswi Universitas Brawijaya Malang, Jurusan Sastra Inggris, Semester VI. Dan aktif sebagai Pecinta Alam.

About Aku

Check Also

Rendy Laks, Dokter Spesialis Kulit, Menjelma Menjadi Seorang Musisi

JAKARTA, AKUIAKU.COM — NAMA Rendy Laks, yang dikenal sebagai Dokter Spesialis Kulit Kelamin Estetika. Telah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *