Minggu , Juli 5 2020
Home / Karyaku / Film Dokumenter “Damai Dalam Kardus” Raih Juara Pertama Eagle Awards Dokumentasi Competitor 2018…..!

Film Dokumenter “Damai Dalam Kardus” Raih Juara Pertama Eagle Awards Dokumentasi Competitor 2018…..!

Jakarta, AKUIAKU.Com — UNTUK ke 14 kalinya, Kompetisi Film Dokumenter “Eagle Awards Documentary Competition” (EADC) 2018. Digelar oleh “Eagle Institute” bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), beberapa hari yang lalu di bioskop CGV, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat.

Kali ini panitia mengangkat tema “Menjadi Indonesia”, EADC 2018 kali ini. Ingin menemukan sineas-sineas muda Film Dokumenter yang bisa memunculkan sebuah program. Dan gagasan mengenai keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tema ini dianggap tepat waktu untuk digunakan kembali di tengah masa politik seperti saat ini.

“Sudah 73 tahun kita merdeka, Indonesia masih dalam proses menjadi “Indonesia”. Kita harus tahu identitas kita, melihat apa yang terjadi di tengah-tengah kita. Sedang apa kita berjalan dan apa yang harus kita isi. Untuk memperkuat ke-Indonesia-an,” tegas Suryopratomo, Direktur Utama Metro TV.

Dari 5 Film Dokumenter yang diadu pada malam penghargaan tersebut, “Damai Dalam Kardus”. Keluar sebagai pemenang. Film ini menampilkan kisah nyata seorang pria yang keutuhan keluarganya, terpecah akibat konflik agama di Poso, Sulawesi Tengah. Beberapa tahun silam. Ia yang ikut ibunya yang beragama Islam. Sejak kecil tidak pernah bertemu, lalu berusaha mencari ayahnya yang beragama Kristen.

“Lewat film ini, kami merepresentasikan kepada masyarakat Indonesia, melihat sebuah konflik harus melihat Poso. Poso semacam “Laboratorium Perdamaian Indonesia”. Anak muda di Poso berperan sebagai aktor perdamaian,” ucap Andi Ilmi Utami dan Suleman Nur, Sutradara Dokumenter tersebut.

Film Dokumenter “Damai Dalam Kardus”, berhasil mengalahkan empat Film Dokumenter lainnya, yaitu “Menabur Benih di Lumpur Asmat” sebagai Juara Ke-Dua, “Pusenai The Last Dayak Basap” sebagai Juara Ke-Tiga, “Bioskop Kecil Harapan Besar” dan “Menulis Mimpi di Atas Ombak”.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini EADC 2018 mengusung konsep Master Class. Dimana para peserta dipandu oleh Mentor Film Dokumenter Internasional asal India, Supriyo Sen.

“Para peserta ini sangat menjanjikan. Mereka punya cerita dan energi yang luar biasa. Mereka harus terus belajar dengan melihat banyak lagi Film-film Dokumenter. Dan belajar lebih mengenai teknik ekspresi sinematik,” tuturnya memberikan masukan. Selain Sen, Dewan Juri EADC 2018 ini, terdiri dari Nia Dinata dan Ketua Garin Nugroho. (Boeyil)

About Aku

Check Also

Anuhyang……!

Jakarta, AKUIAKU.Com — NAMANYA Anuhyang, sebuah grup musik baru yang lahir di tengah kondisi Pandemi …

Tinggalkan Balasan