Selasa , Februari 27 2024
Home / Aktingku / Film Horor Tidak Bisa Dianggap Remeh dan Dipandang Sebelah Mata Di Industri Film Nasional

Film Horor Tidak Bisa Dianggap Remeh dan Dipandang Sebelah Mata Di Industri Film Nasional

JAKARTA, AKUIAKU.COM — SEBAGAI upaya ikut merayakan Hari Film Nasional Forum Wartawan Hiburan dengan dukungan Direktorat Perfilman Musik dan Media Baru- Kemendikbud Dikti. Menggelar Diskusi seputar Industri film dengan mengusung tema ‘Film Horor Naik Kelas, dari Grade B ke Genre Bergengsi. Diskusi berlangsung di Sanggar Teater Populer, Kebon Pala, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu, 18 Maret 2023 ini.

Dimas Supriyanto dari FORWAN, selaku Penanggungjawab Diskusi menyatakan, Film Horor berjasa besar menghadirkan kembali penonton ke Bioskop setelah dua tahun terakhir mati suri akibat pandemi global Covid-19.

Film Horor seperti Produk UKM yang tahan krisis, dengan konsumen jutaan namun kurang mendapat ulasan serius dari Pengamat Film Karya-karya Drama lainnya.

‘Kesuksesan Film ‘KKN di Desa Penari’ dan ‘Pengabdi Setan’ yang penontonnya di atas lima juta. Telah membuktikan kalau Film Horor tidak bisa dianggap remeh dan dipandang sebelah mata di Industri Film Nasional, ujar Dimas Supriyanto, Wartawan Senior, menjelang acara.

Diskusi film menghadirikan Narasumber berkompeten, khususnya di genre Film Horor yakni Joko Anwar Sutradara film ‘Pengabdi Setan’, Djonny Syafruddin, Pengusaha Bioskop yang juga Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia ( GPBSI) serta H. Firman Bintang Produser yang membuat film bertema Film Horor dan terbukti laku di pasaran.

Sutrisno Buyil selaku Ketua Forwan menyatakan, sebagai Produk Industri, kehadiran jutaan penonton bioskop. Dengan dukungan finansial lewat pembelian tiket bioskopnya, jelas berperan dalam kemajuan perfilman Nasional, yang tak boleh dinafikkan.

‘Kiranya semua pihak merawat gairah penonton, selain meningkatkan kualitasnya,’ kata Sutrisno Buyil.

Sementara Joko Anwar yang tengah sibuk syuting film terbarunya, mengaku bangga menjadi bagian Diskusi Insan Film yang digagas FORWAN. Ini berbagi pengalaman kepada peserta Diskusi.

‘Kultur Indonesia yang sangat dekat dengan Mitologi dan Mistisisme membuat Film Horror menjadi Asset terbesar Industri Film Indonesia. Jika diperlakukan dengan baik, Film Horor bisa jadi ujung tombak ekspor kultur Pop kita di dunia,’ ujar Joko Anwar, yang sukses menggarap Film ‘Pengabdi Setan’ ini.

Aktor dan Sutradara Slamet Rahardjo, selaku Pengelola Sanggar Teater Populer menyampaikan dukungan penyelenggaraan Diskusi Film di Sanggarnya dan memastikan hadir di tengah acara. Juga Pejabat dari Kementerian Dikbud Dikti.
*Salam Sinema*.

About Aku

Check Also

Dunia Perfilman Tidak Bisa Lepas Dari Ratna Riantiarno

JAKARTA, AKUIAKU.COM — RATNA Riantiarno tidak mengendur meskipun ditinggalkan suaminya, Nano Riantiarno. Tetap semangat dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *