Minggu , September 26 2021
Home / Aktingku / Ini Sinopsis Film “POSTCARD TO HEAVEN”…….!

Ini Sinopsis Film “POSTCARD TO HEAVEN”…….!

Jakarta, BEREDUKASI.Com — RUTH DEWAYANI – atau biasa dipanggil Ruthie – tersenyum puas saat ia duduk di kantor barunya. Kantor Ruth bukan gedung bertingkat pencakar langit, atau ruang kubikal dengan rekan kerja mewangi. Kantor Ruth satu gedung eksotik, kuno, dan merupakan bangunan cagar budaya. Ia menempati sudut ruang kantor dengan meja penerima pelanggan yang hendak berkirim surat, paket, parsel hingga titipan uang. KANTOR POS. Ya kantor pos…!

Menjadi staf kantor pos menjadi cita-cita Ruth. Bahkan sangat obsesif. Hanya REZA ASA PERMANA, yang memahami keinginan Ruth. Reza pula yang mendorong Ruth meraih angannya. Reza adalah sahabat pena atau pen-pal. Sudah 18 tahun mereka saling berkirim surat, tanpa pernah bertemu muka. Reza bersekolah dokter di Belanda.

Kunjungan seorang ibu dan seorang gadis kecil semakin mempertebal keyakinan Ruth Dewayani, bahwa pekerjaannya sangat berguna bagi sesame. Rosiana mengantar putrinya, Wini, mengirim kartu pos. Kartu pos untuk Tuhan dengan alamat surga. Ruth bingung, tapi Rosiana meminta Ruth menerima saja kartu pos Wini….!

koordinasiWini adalah penderita kanker darah. Lewat kartu pos untuk Tuhan, ia berkeluh kesah agar sang bunda punya senyum kembali setelah ditinggal wafat papanya lima tahun lalu. Ruth harus mengembalikan kartu pos untuk Tuhan atas perintah atasannya, Pak Reka. Perusahaan tidak menerima surat atau kartu pos yang tak terkirim. Tugas Ruth mengembalikan kartu pos dan surat-surat di dalam kotak pos untuk Tuhan. Ada sebanyak 377 surat, 277 milik perempuan bernama Herdiana, sementara dua kartu pos milik Wini.

Bu Rosiana mengizinkan Ruth menyimpan kartu pos Wini. Ruth dan Wini pun bersahabat. Berkat cerita Ruth, Reza bersedia menjamin program pengobatan Wini di rumah sakit di Belanda. Ruth luar biasa bahagia. Wini bisa menjalani pengobatan lebih baik, ia bisa bertemu Reza di Belanda.

Sayang kebahagiaan Ruth harus pupus. Wini meninggal sebelum menjalani pengobatan. Bukan karena kanker, Wini meninggal karena ditabrak mobil dengan pengemudi dalam keadaan mabuk. Saat itu Wini menanti ibunya yang tengah membayar spidol warna ungu. Ruth terpukul dan depresi, ia yang menyarankan Wini melengkapi gambar kartu pos berpelangi tanpa warna ungu. Wini kehabisan pewarna ungu. Ruth sesali permintaannya kepada Wini agar melengkapi pelangi dengan warna ungu. “Pelangi tanpa warna ungu membuat ciptaan Tuhan tak sempurna”. Tiga hari Ruth mengurung diri dalam kamarnya!

Reza Asa Permana memberi kejutan. Ia berdiri di ruang tamu rumah Ruth. Dan ia mengatakan tidak akan kembali ke Belanda. Ia ditawari sahabatnya mengelola klinik. Onkologi. Reza juga akan selalu ada di dekat Ruth. Ruth melihat Wini tersenyum. Dari surga, ternyata Wini mengirimkan kado kebahagiaan untuknya.

Kebahagiaan Ruth dirasakan teman kantor dan atasannya. Pak Reka, Kepala Kantor Pos, menghadiahi Ruth dengan kotak pos untuk Tuhan yang baru. Saat Ruth dan rekan kantornya melihat kotak pos barunya, seorang perempuan renta lewat di depannya. Ia membawa surat dan memasukkannya di kotak pos yang baru. Ruth penasaran, ia ambil surat dari dalam kotak pos. Tertera nama pengirim di surat: Herdiana…..!

Wah ibu survivor kanker…….?

“Ya selama 44 tahun Tuhan sudah memperpanjang hidup saya”. (Buyil).

About Aku

Check Also

FORWAN Suport Konser Amal Malam Kasih Untukmu ‘Pray for Pekerja Seni’

JAKARTA, AKUIAKU — BANYAK cara untuk berbuat kebajikan, yang penting ada kemauan untuk membantu sahabat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *