Sabtu , April 10 2021
Home / Figuraku / PARFI Jangan Jadi Organisasi “Papan Nama” Dan “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”……..!

PARFI Jangan Jadi Organisasi “Papan Nama” Dan “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”……..!

Jakarta, AKUIAKU.Com — FIlM tidak lagi dimaknai sekedar sebagai Karya Seni, tetapi lebih sebagai Praktik Sosial. Dalam perspektif sosial, film berinteraksi secara dinamis dan kompleks. Film juga melibatkan berbagai elemen pendukung, dari sejak gagasan, proses produksi, distribusi, hingga eksibisinya.

Demikian antara lain pandangan yang disampaikan Sutradara Legendaris, Dedi Setiadi saat Bincang Kreatif dengan Para Sineas, terkait dengan rencananya memberi Pendidikan Khusus bagi Profesi Aktor di tubuh organisasi Pengurus Besar Persatuan Artis Film Indonesia (PB PARFI), di Jakarta, Jum’at (19/3/2021).

Dalam perspektif komunikasi massa, kata Dedi Setiadi, film dapat dimaknai sebagai representasi pesan yang disampaikan untuk khalayak.

“Sebagai “Cultural Studies” bagaimana realitas sosial dikonstruksi dan digambarkan dari kita, oleh kita dan untuk kita. Film dimaknai sebagai satu warisan budaya antar generasi. Dan berfungsi sebagai transmisi Budaya pada masyarakat,” ujar Sutradara sinetron “Keluarga Cemara” sebagai Karya Sinema yang cukup Melegenda ini.

Sutradara yang pernah melambungkan nama besar artis Desy Ratnasari dan Dede Yusuf, lewat sinteron serial “Jendela Rumah Kita” ini, berharap PB PARFI jangan menjadi organisasi “Papan Nama.” Apalagi bak pepatah “Tong Kosong Nyaring Bunyinya.”

“Harus Konstruktif dan Produktif. Sebagai organisasi profesi, PARFI juga harus menjadi organisasi kader. Melindungi anggota dan masyarakatnya (Publik). Memberikan sertifikasi profesional. Melatih dan mempersiapkan kadernya dengan berbagai keterampilan dan disiplin ilmu, sehingga memiliki kompetensi pada bidangnya,” ujar Sineas yang pernah mengenyam Pendidikan Bidang Penyutradaraan “Advanced Program Director” (1982), Asia Pacific Institute for Broadcasting Development (AIBD) bidang TV Sport, TV Commercial, Kuis, Talk Show dan Pendidikan, di Kuala Lumpur–Malaysia (1983) ini.

PB PARFI, terang Dedi Setiadi, akan menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Aktor secara Kolektif, dengan melibatkan unsur kepengurusan Daerah.

“Teman-teman di Daerah semua akan kita libatkan, sebagai pelaksana tugas di Daerah dalam penyelenggaraan Pendidikan Khusus Profesi Aktor ini,” ujarnya. (Eddie Karsito).

About Aku

Check Also

Brand Ambassador Gernas BBI Jabar Adalah Kang Emil……!

Bandung, AKUIAKU.Com – GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi …

Tinggalkan Balasan